PENGGUNAAN LKS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN
KONSEP IPA POKOK BAHASAN BENDA DAN SIFATNYA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI
SUMBERSARI III LOWOKWARU KOTA MALANG
TUGAS
AKHIR
Untuk memenuhi
sebagian persyaratan
dalam
menyelesaikan studi pada D-II PGSD KSDP FIP UM
DIYAN NOVITA PRASTIANA
206151201199

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
KEPENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DAN PRASEKOLAH
D-II PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
OKTOBER 2008
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pada pembukaan UUD 1945 pada alinea ke-4 disebutkan
bahwa terdapat beberapa tujuan Negara antara lain mencerdaskan kehidupan bangsa
yang senantiasa perlu diperhatikan dan ditingkatkan, agar selalu dapat
mengikuti perkembangan tehnologi dan ilmu pengetahuan. Peningkatan mutu pendidikan
terkait erat dengan peningkatan hasil belajar siswa. Bahkan dapat dikatakan
mutu pendidikan, pada hakekatnya merupakan usaha untuk meningkatkan mutu hasil
belajar siswa.
Hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan mutu
hasil belajar siswa diantaranya adalah mutu proses belajar meengajar yang
secara operasional berlangsung didalam kelas. Dengan kata lain peningkatan mutu
belajar siswa diantaranya dapat dicapai melalui proses belajar mengajar yang
efektif, terdapat kegiatan pokok yang harus diperhatikan dan dilaksanakan pada
saat pangajaran berlangsung, kegiatan tersebut adalah pengelolaan pengajaran.
Pengelolaan pengajaran adalah kegiatan mengajar itu sendiri yang melibatkan
secara langsung komponen pengajaran antara lain media mengajar dalam rangka mencapai
tujuan pengajaran.
Kurikulum yang digunakan pada saat ini pada saat ini
adalah kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP dikembangkan sesuaia
dengan satuan pendidikan potensi sekolah /daerah, social budaya masyarakat
setempat dan karakteristik peserta didik. KTSP merupakan paradigma baru
pengembangan pengembangan kurikulum yang memerikan otonomi luas pada satuan
pendidikan, dan pliatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses elajar
mengajar di sekolah. Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk
memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan
(otonomi) kepada lembaga pendidikan. ( Mulyasa 2007 20-21).
Kurikulum yang diajarkan di sekolah dasar ada delapan
macam mata pelajaran salah satunya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Mulyasa
(2007:110)menyatakan Ipa berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam
secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya kumpulan pengetahuan yang berupa
fakta, konsep atau prinsip tetapi juga merupakan suatu penemuan. Di tingkat Sekolah
Dasar penekanan pembelajarannya salingtemas (sains, lingkungan, tekhnologi,).
Pembelajaran Ipa di Sd menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung
melalui penggunaan dan pengembangan ketrampilan proses dan sikap ilmiah.
Berangkat dari proses dalam peningkatan mutu
pendidikan maka sebagai alat Bantu mengajar menjadi bagian yang integral salah
satunya media yang digunakan adalh LKS. Menurut Sudjana (1983:133) lemar
kegiatan sisw merupakan bagian modul yang memuat pelajaran yang harus dikuasai
oleh siswa susunan materi sesuai tujusn instruksional yang akan dicapai dan
langkah-langkah kegiatan belajar atau petunjuk yang harus ditempuh siswa.
Fungsi dari lembar kerja siswa yaitu sebagai pemandu car belajar siswa secara
individual untuk dapat mengembangkan potensinya secara optimal.
Untuk itu penulis mengamati
Penggunaan LKS Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Konsep IPA Pokok Bahasan
Benda dan Sifatnya di Kelas IV SDN Sumbersari III. Alasan penulis melakukan
pengamatan adalah karena waktu yang bersamaan dengan PPL, selain itu juga
karena terbatasnya kesempatan dan waktu jika penulisan harus melakukan
pengamatan di tempat lain.
Pada proses pengamatan yang
dilakukan penulis mengambil judul “Penggunaan
LKS Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Konsep IPA Pokok Bahasan Benda
dan Sifatnya di Kelas IV SDN Sumbersari
III Malang”
A. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam
latar belakang masalah tersebut diatas dapat dapat dikemukakan rumusan masalah
yaitu, apakah penggunaan media LKS dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA pada
siswa kelas IV SDN Sumbersari III?
B.
Tujuan
Penelitian
Media yang dipilih atau
dipergunakan hendaknya harus berkaitan dengan karakteristik tujuan pengajaran
yang hendak dicapai, materi atau bahan pembelajaran, siswa dan kondisi sekolah
agar tetap berguna.
Dari rumusan masalah diatas,maka tujuan penelitian ini
adalah:
1.
Untuk
mengetahui peningkatan pemahaman konsep pembelajaran IPA dengan menggunakan
LKS.
2.
Untuk
mengetahui kemudahan siswa dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan LKS.
D. Definisi Istilah
Agar tidak menimbulkan
berbagai tafsiran dari istilah yang digunakan tentang tentang “ Upaya
Meningkatkan Pemaham Konsep IPA Pokok Bahasan Benda dan Sifatnya adalah sebagai
berikut:
1.
Konsep
adalah menurut Hamalik (2002:132)suatu obyek, peristiwa atau oran yang memiliki
cirri-ciri umum. Konsep menunjuk “nama’ tertentu, misalnya buku, siswa dan
lain-lain. Jadi konsep adalah sesuatu yang menunjukan cirri-ciri umum obyek
yang bersangkutan.
2.
Media
dalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau bahan
pembelajaran sehingga merangsang perhatian, minat, dan perasan siswa dalam
kegiatan pembelajaran.
3.
Lembar
kerja siswa adalah merupakan salah satu media kegitan belajar mengajar yang
berisi tugas dan kangkah-langkah
kegiatan penyelesaian untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran.
4.
Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) adalah berhubungan dengan cara mencarii tahu tentang
alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan
pengetahuan yang berupa fakta, konsep atau prinsip tetapi juga merupakan suatu
proses penemuan. Kajian IPA meliputi makhluk hidup dan proses kehidupan, benda
dan sifatnya, energy dan perubahanya, bumi dan alam semesta. (BSNP 2006:79)
BAB II
LANDASAN
TEORI
BabII
ini membahas tentang Landasan Teori sebagai dasar upaya meningkatkan pemahaman
siswa dengan mengunakan LKS. Landasan Teori yang dibahas adalah sebagaui
berikut:
A. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
- Pengertian Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
Berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam
secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya pengetahuan yang berupa fakta,
konsep, atau prinsisp saja tetapai merupakan suatu proses penemuan.
- Fungsi Mata Pelajaran IPA
Mata pelajaran IPa
berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep
IPA yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga untuk
meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan
melestariakn lingkungan alam sekitar.
- Tujuan mata pelajaran IPA
Tujuan mata pelajaran IPA menjadi 3 (tiga): tujuan
umum, tujuan khusus dan tujuan abstrak.
- Tujuan Umum: Tujuan matapelajaran yang tidak membedakan jenis,
tingkat dan jenjang sekolah.
- Tujuan Khusus: Tujuan mata pelajran IPA yang bersifat mengkhusus
sesuai dengan jenjang, jenis dan tingkat disesuaikan perkembangan
kejiwaan
- Tujuan Abstrak: Tujuan IPA secara murni mengembangkan rasa ingin
tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling
mempengaruhi antara IPA, lingkungan, tekhnologi dan masyarakat.
B.Tinjauan Tentang Belajar
dan Pembelajaran
1.
Belajar
Belajar adalah tindakan dan
perilaku siswa yang komplek. Sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh
siswa itu sendiri. Proses belajar terjadi berkat siswa memperoleh sesuatu yang
ada dilingkungan sekitar. Lingkungan yang dipelajari oleh siswa berupa keadaan
alam, benda-benda, hewan, atau hal-hal yang dijadiakn bahan belajar (Dimayati
dan Mudjiono 1999:7).
(Usman 2000:7) belajar
diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat
adanya interaksi antara individu dengan lingkunganya. Hal ini sesuai yang
diutaran Burton, bahwa seseorang setelah mengalami proses belajar akan
mengalami tingkah laku, baik aspek pengetahuannya, ketrampilannya maupun aspek
sikapnya..
(dzamarah dan Zain 2006:
10-11) mendefinisikan belajar sebagai proses perubahan perilaku berkat
pengalaman dan latihan. Artinya, tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku,
baik yang menyangkut pengetahuan, ketrampilan maupun sikap bahkan meliputi
segenap aspek organisme atau pribadi.
Menurut Geoge (dalam Sagala
2007:13) adalah suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai
akibat dari pengalaman. Sedangkan Henry E. Gerret (dalam Sagala 2007:13) adalah
proses yang berlangsung dalam jangka waktu lama melalui latihan maupun pengalaman
yang membawa kepada perubahan diri dan perubahan cara interaksi terhadap
perancang tertentu.
2.
Pembelajaran
Pembelajaran adalah
membelajarkan siswa mengunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan
penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi
dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak Guru sebagai pendidik, sedangkan
belajar dilakukan oleh pesarta didik atau murid.
Konsep pembelajaran menurut
Corey (dalam Sagala 2007:6) adalah sutu proses dimana lingkungan seseorang
secara sengaja dikelola
BAB
III
METODOLOGI PENELITIAN
Pada Bab III ini memuat a).
Metode penulisan, b). Sasaran penulisan, c). tekhnik pengumpulan data, d).
tekhnik anlisis data. Secara berurutan, bagian-bagian tersebut akan dipaparkan
sebagai berikut.
A. Metode Penulisan
Penulisan
ini merupakan penulisan deskriptif. Penulisan deskreptif adalah penulisan yang
berupaya untuk menggumpulkan informasi menggenai suatu gejala atau keadaan yang
menurfut pa adanya pada saat penulisan dilakukan.
Penulisan
ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang sebenarnya tentang Penggunaan LKS
Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Konsep IPA
Pokok Bahasan Benda dan Sifatnya
B. Sasaran Pengamatan
Sasaran
pengamatan dalam pennulisan ini adalah Penggunaan LKS Sebagai Upaya Peningkatan
Pemahaman Konsep IPA Pokok Bahasan Benda dan Sifatnya di kelas IV SDN
Sumbersari III Kota Malang.
C. Teknik Pengumpulan Data
1. Pengamatan
Tekhnik pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui
intensitas penggunaan LKS dalam rangka membantu proses pembelajaran IPA dalam
kelas.
2. Angket
Angket adalah alat
pengamatan yang berupa daftar pertanyaan untuk memperoleh keterangan dari
sejumlah responden. Tekhnik angket ini digunakan untuk mengetahui penggunaan
LKS dapat mempermudah siswa dalam proses pembelajaran IPA.
3. Wawancara
Wawancara adalah salah
satu tekhik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan tanya jawab
baik secara langsung atau tidak langsung. Wawancara digunakan untuk data
tentang penggunaan LKS bagi Guru dalam proses pembelajaran IPA.
D. Tekhnik Analisis Data
Setelah data terkumpul
maka proses selanjutnya adalah analisis data. Analisis data adalah suatu cara
yang digunakan untuk menyusun data, mengolah data yang terkumpul sehingga dapat
dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Analisis terhadap
penggunaan LKS sebagai upaya peningkatan pemahaman konsep IPA pokok bahasan
benda dan sifatnya dengan menggunakan tekhnik deskreptif kualitatif berdasarkan
hasil pengamatan. Analisis terhadap kemudahan penggunaan lKS bagi siswa dalam
proses pembelajaran IPA menggunakan proses persentase berdasarkan angket yang
diisi oeh siswa.
Sedangkan teknik
analisis data yang digunakan untuk menganalisis data bagi guru menggunakan
tekhnik deskreptif kualitatif yang berdasarkan hasil wawancara.
KAJIAN
PUSTAKA
Mashudi, Toha, Drs.
Spd,M.Pd.2007. Buku Petunjuk Tekhnis
Praktik Pengalaman Lapangan Program Diploma II PGSD Jurusan KSDP FIP.
Malang: Universitas Negeri Malang.
Roestiyah .1982. Masalah
Pengajaran Sebagai Suatu Sistem. Jakarta : Bina Aksara
Arikunto, Suharsimi, prof
Dr.2006. Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipata.
Wiriatmadja, Rochiati , Prof
.Dr. 2006. Metode Penelitian Tindakan
Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Kasbolah,Kasihani .1998. Penelitian Tindakan Kelas. Malang: Departemen Pendidikan Dan
Kebudayaan.
Wilis, Ratna .Dr. 1991. Pendidikan IPA I Jakarta: departemen
Pendidikan Dan Kebudayaan.
Harmodjo, Hendro. 1992. Pendidikan IPA I. Jakarta: departemen
Pendidikan Dan Kebudayaan.
Segala, Syaiful, Dr.H. MPd.
2002. Psikologi Belajar dan Mengajar.
Bandung: Sinar Baru Algasindo.
Comments
Post a Comment